Sabtu, 26 Oktober 2019

Analisis jurnal Fundamentalis dan Radikalis Islam di Tengah Kehidupan Sosial Indonesia

Saya akan menganalisis jurnal yang berjudul fundamentalis dan radikalis islam ditengah kehidupan sosial


Maksud dari Fundamentalitalis adalah gerakan islam fundamentalis dan radikal diberbagai negara yang lebih modern dan maju dari kelompok fundamentalis, baik itu fundamentalis agama ataupun politik ideologis, dalam realitasnya indonesia telah ditunding oleh salah satu sarang operasi kaum teroris yang harus diwaspadai.

Menurut Wiliam E. Shepard mencatat karakteristik-karakteristik yang melekat dalam diri kelompok islam radikal atau islam fundamentalis, yaitu:

1) Mereka mengklaim bahwa Islam merupakan suatu totalitas dari segala aspek. kehidupan sosial dan personal. 
2) mereka sangat menekankan kekhususan Islam. kepada pengkhususan Islam dapat mewujudkan diri dalam sebuah desakan atas kekhususan hukum-hukum Islam yang bersifat jelas, seperti hukuman hudud.
3) kaum fundamentalis cenderung tidak mau berkompromi terhadap 
persoalan-persoalan minoritas nonmuslim. 
4) kaum fundamentalis cenderung tidak mau berkompromi terhadap persoalan-persoalan minoritas nonmuslim. 
5) Kaum fundamentalis menekankan kesadaran kepada autentisitas atau keaslian, mereka sebenarnya modern dan menerima banyak hal yang  Baru yang merupakan pinjaman dari Barat. 
6) kaum fundamentalis pada kenyataannya menerima gagasan (ide) 
tentang kemajuan.

Radikalis adalah gerakan Islam diIndonesia dibandingkan dengan gerakan serupa lainnya di beberapa negara Timur Tengah ataupun Pakistan misalnya, tidak atau belum memperlihatkan pengaruh dan kekuatan yang cukup luas secara nasional. Sehingga kontestasi dengan kelompok-kelompok lain diluarnya tidaklah begitu diperhitungkan.

Dengan demikian itu Telah menjadi hampir rutinitas pula bahwa dinegara-negara mayoritas muslim, seperti Mesir, Syria, Yordania, sering meletup ketegangan-ketegangan serius antara pemerintah dengan beberapa gerakan keagamaan ekstrem. Yang tidak jarang berakhir dengan konfrontasi berdarah. Sekiranya tidak terlalu salah untuk menyatakan  bahwa sejarah panjang kegoncangan politik dan instabilitas yang berlangsung dikawasan ini kerapkali disebabkan oleh terjadinya pergesekan antara pemerintahan yang berkuasa dengan kelompok-kelompok fundamentalis. 

Jumat, 18 Oktober 2019

Bab 4
Teori Elite Politik

      Istilah Elite secara etimologis berasal dari kata eligere, yang berarti memilih. Kata "Elite" menunjuk pilihan, pilihan bangsa, budaya, kelompok usia, dan orang-orang yang menduduki posisi yang lebih tinggi.
     Menurut Aristoteles, elite adalah sejumlah kecil individu yang memikul semua atau hampir semua tanggung jaeab kemasyarakatan. Definisi ini merupakan penegasan lebih lanjut dari pernyataan plato tentang dalil inti teori demokrasi elitis klasik, bahwa pada setiap masyarakat terdapat monoritas yang membuat keputusan-keputusan besar.
      Menurut pareto, setiap masyarakat diperintah oleh sekelompok kecil orang yang mempunyai kualitas yang diperlukan dalam kehidupan sosial dan politik. Elite adalah orang-orang berhasil yang menduduki jabatan tinggi dalam lapisan masyarakat, yang terdiri atas pengacara, mekanik, bajingan atau para gundik.
      Pareto mempertegas bahwa pada umumnya elite berasal dari kelas yang sama, yaitu orang-orang kaya dan pandai yang mempunyai kelebihan dalam matematika, bidang musik, karakter, moral dan sebagainya.
      Elite integratif berfungsi mengintegrasikan sejumlah besar kehendak perseorangan. Elite ini bekerja melalui organisasi politik formal. Elite sublimatif bekerja melalui salurab informal, seperti golongan, klik, dan kelompok kecil.
      Dalam perebutan kekuasaan atau sirkilasi elite, konflik bisa terjadi dalam internal elite, atau dengan elite lainnya yang bersaing satu sama lain.
Bab 2
Teori sistem dan teori negara

A. Pendahuluan
        Menurut A.Almond dan powell Jr dalam world politics mengatakan, "Easton merupakan sarjana politik pertama yang menulis politik dalam istilah 'Sistem' secara eksplisit".  Dalam biologi klasik dan ludwig von bertalanffy, juga memengaruhi easton dalam menjelaskan analog sistem berbagai suatu organisme. Psikolog dan sibernetika memengaruhi easton ketika menjelaskan tindakan politik dan hubungan antar unit dalam sistem politik.
    Menurut David Easton, Sistem adalah kesatuan seperangkat struktur yang memiliki fungsi masing-masing untuk mencapai tujuan tertentu.

B. Kerangka sistem umum

   Menurut Easton mendenifisikan politik sebagai proses alokasi nilai dalam masyarakat secara otoritatif. Secara otoritatif membuat konsep sistem politik easton langsung terhubung dengan negara.

C. Struktural fungsioanl

    Menurut Gabriel A.Almond mengemukakan pandangannya dengan tetap berpegang pada pemahaman sistem politik dari easton, bahwa masalah fungsi dan struktur dijadikan sebagai penjelas sisyem politik.
    Dengan membagi input dan output dalam fungsi-fungsi tertentu, pandangan Almond tentang proses politik tampak sedikit berbeda dengan easton, fungsi ouput adalah pembuatan, penerapan, dan penghakiman kebijakan.

D. Kritik terhadap pandangan

        Almond menjelaskan bahwa tentang teori ini mengemukakan kelompok kepentingan dan pandangan dari masyarakat "tanpa kelas" yang terstartifikasi oleh perbedaan agama dan etnik, negara menjadi nonpartisan dalam konteks norma-norma politik yang membatasi kegiatan didalam kerangka kerja pemecahan konflik fungsional.
    

Bab 3
Teori Kekuasaan

A. Definisi kekuasaan dan hubungan kekuasaan

        Menurut laswell dan kaplan, kekuasaan adalah kemampuan pelaku untuk memengaruhi tingkah laku pelaku lain sehingga tingka lalu pelaku terakhir menjadi sesuai dengan keinginan pelaku yang mempunyai kekuasaan. Max weber mendefinisikan kekuasaan sebagai kemampuan sendiri, sekalipun mengalami perlawanan, dan ada pun dasar kemampuan itu.
       Laswell dan kaplan melihat kekuasaan sebagai hubungan anatar dua atau lebih kesatuan. Jadi, dianggap mempunyai sifat relasion dan memang demikian pandanagn para akademis, ada perbedaan istilah, yaitu
Scope of power dan domain of power. 

B. Teori sumber kekuasaan
         
         Kekuasaan yang efekstif bergantung pada tipe-tipe sumber kekuasaan yang tersedia. Untuk memperoleh kepatuhan, para pemimpin politik memperluas persediaan sumber daya mereka dan secara lebih efisien menggunakan sumber daya yang telah dimiliki.
        Menurut Miriam BudiardJo, sumber kekuasaan bisa bermacam-macam sifatnya, yaiti bisa beruapa kedudukan, status kekayaan, kepercayaan, agama, kekerabatan, kepandaian, dan keterampilan.
        Didasarkan kekuasaan dalam masyarakat pada posisi yang tinggi dalam struktur masyarakat. Posisi tinggi terdapat pada puncak struktur masyarakat yang terpenting, yaitu posisi tinggi dalam bidang ekonomi, pemerintahan, kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan bebas.